PARIGI, EKBISTA.COM – PD Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan semarak menyambut Ramadhan (Tarhib) dengan mengusung tema “Ramadhan Bersama Keluarga Tangguh” di Kota Parigi, Ahad (15/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Kompleks Pondok Pesantren Lisanul Arab Parigi ini dihadiri ratusan peserta, mayoritas dari kalangan orangtua santri.
Acara terlaksana berkat kerja sama dengan Yayasan Lisanul Arab Parigi, serta dukungan berbagai lembaga seperti Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah, Dompet Dhuafa, dan Ikadi Parigi.
“Kami juga mengundang Ormas Perempuan di Parigi, ada Wanita Islam Alkhairaat, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah serta beberapa organisasi lainnya. Alhamdulillah, semua antusias hadir dalam acara,” ujar Ketua PD Salimah Parigi Moutong, Suciati, SE.
Ketua Yayasan Lisanul Arab Parigi, Ustadz Abdul Muhid Lc, alumnus Al-Azhar Kairo Mesir, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya Tarhib hasil kolaborasi dengan PD Salimah. Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua PW Salimah Sulteng, Sumiaty SPd, melakukan sosialisasi tentang Salimah dan program-programnya. Menurutnya, Tarhib Ramadhan 1447 H merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara nasional.
“Alhamdulillah Bapak Ibu, Salimah sudah ada di seluruh Provinsi se-Indonesia, kecuali masih ada dua provinsi yang sedang persiapan deklarasi. Begitu pun di Sulteng, sudah ada di 10 Kabupaten dan Kota, kecuali Morowali Utara, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan yang insya Allah targetnya tahun ini sudah deklarasi,” jelasnya.
HADIRKAN KONSELOR NASIONAL
PD Salimah Parigi menghadirkan konselor keluarga nasional, Suriyati, S.ThI, M.Psi dari Semarang, Jawa Tengah sebagai narasumber utama. Dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, konselor berpengalaman ini menyampaikan materi dengan apik yang membuat seluruh peserta tetap antusias hingga akhir acara.
Dalam paparannya, Suriyati yang didampingi moderator Abdul Hanif ibn Djaiz, Ketua Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah, mengungkap berbagai kasus keluarga yang ditemui di ruang konseling.
Ia juga menguraikan pembagian peran antara ayah dan ibu dalam keluarga.
“Banyak masalah yang terjadi dalam keluarga saat ini, tidak lepas dari akar masalahnya dari sejak kecil. Bahkan luka pengasuhan itu, jika tidak diselesaikan, itulah yang sering menjadi akar masalah dalam keluarga,” ungkapnya.
Suriyati menekankan bahwa Ramadhan adalah momen ibadah sekaligus kesempatan untuk merekatkan relasi dan hubungan yang lebih hangat dalam keluarga.
“Jangan sampai kesempatan yang Allah berikan ini, terlewat begitu saja tanpa ada yang membekas. Jadikan momen Ramadhan ini, kesempatan bagi kita untuk makin merekatkan hubungan antar sesama anggota keluarga,” tandas Suriyati. ***








