PALU, EKBISTA.COM – Dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulteng memberikan penghargaan kepada lima perempuan inspiratif di Sulteng.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan kepada mereka yang telah berkontribusi nyata di bidang Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Keluarga.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulteng, Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengatakan, penghargaan ini sebagai pengakuan atas karya dan pengabdian mereka selama ini.
Menurutnya, figur perempuan inspiratif ini menjadi contoh nyata bahwa perempuan bisa memimpin, berkarya, dan memberi dampak bagi sesama.
“Semoga penghargaan ini nanti menjadi penyemangat, bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kita semua, bahwa setiap perempuan memiliki potensi dan menjadi inspirasi,” jelas Bunda Wiwik.
Penghargaan ini menjadi simbol bahwa peran perempuan diakui setara, dan kontribusi mereka penting dalam pembangunan.
Bagi Bipeka PKS, Perempuan inspiratif adalah mereka yang menggerakkan komunitas, membantu kelompok rentan, serta mereka yang membawa solusi berbasis nilai dan empati.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang memberi dampak, menginspirasi, dan membuka jalan bagi orang lain,” jelas Bunda Wiwik, Selasa (21/4/2026).
Adapun lima perempuan yang mendapat penghargaan dari PKS yakni pertama, Bidan Irmayanti, sosok penggerak di bidang kesehatan ibu dan Anak.
Kemudian, kedua, Dr. Intam Kurnia, sebagai Tokoh penggerak di bidang kebijakan dan perubahan sosial.
Ketiga, Hj. Tumirah, Penggerak pendidikan dan dakwah. Keempat, Dr. Nudiatulhuda Mangun, sebagai penggerak pemberdayaan dan perlindungan martabat perempuan. Kelima, Bunda Husriati Husen, Sosok penggerak dalam kemandirian ekonomi keluarga.
Bunda Wiwik menjelaskan, mereka adalah sosok-sosok yang mungkin tidak selalu tampil di panggung besar, tetapi kiprahnya nyata dalam menguatkan keluarga, menggerakkan ekonomi, serta mengabdi di bidang sosial, pendidikan, maupun keagamaan.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan bahwa kerja-kerja tulus perempuan adalah pondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” jelasnya. ***
