PALU, EKBISTA.COM – Anggota DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag MH menyebut persoalan kemiskinan sebagai masalah klasik yang sampai saat ini membutuhkan banyak Solusi.
Belum adanya satu kesamaaan persepsi dalam mendefinisikan tentang apa dan siapa itu orang miskin, merupakan salah satu masalahnya.
Politisi PKS yang akrab disapa Bunda Wiwik ini memberikan sejumlah saran dan masukan yang perlu dilakukan pemerintah Provinsi Sulteng untuk menanggulangi kemiskinan. Saran itu diantaranya, memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan terpadu berbasis keluarga miskin.
“Caranya, seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, bahwa semua stakeholder yang terkait dengan penanggulangan kemiskinan perlu merumuskan definisi yang sama dan indikator kemiskinan,”kata Bunda Wiwik, Rabu (1/4 /2026).
Saran lainnya yakni mengintegrasikan program perumahan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Juga mendorong peningkatan skala program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara signifikan, dengan target yang terukur setiap tahun serta melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kemudian mengoptimalkan penggunaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang divalidasi hingga tingkat desa/kelurahan guna memastikan ketepatan sasaran program,”katanya lagi.
Hal lainnya tegas Bunda Wiwik, yakni memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah kantong kemiskinan, khususnya jalan desa, akses listrik, dan jaringan internet sebagai pengungkit utama ekonomi masyarakat.
Juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan UMKM, guna meningkatkan pendapatan masyarakat miskin secara berkelanjutan.
“Saya juga berharap, agar pemerintah mendorong penciptaan lapangan kerja melalui pelatihan vokasi, penguatan wirausaha baru, dan kemitraan dengan sektor swasta. Yang juga tidak kalah pentingnya, memastikan evaluasi berkala terhadap efektivitas program penanggulangan kemiskinan dengan indikator yang terukur dan berbasis hasil atau outcome,”demikian Bunda Wiwik. ***








