Politik

Pansus RPJMD Dorong Kota Palu Sebagai Geopark City, Destinasi Khusus Wisata Kebencanaan

×

Pansus RPJMD Dorong Kota Palu Sebagai Geopark City, Destinasi Khusus Wisata Kebencanaan

Share this article
Rapat Paripurna DPRD Kota Palu dengan agenda laporan pimpinan Pansus tentang ranperda RPJMD tahun 2025-2029, Sabtu (12/7/2025). Foto: Dok. Ekbista.com

PALU, EKBISTA.COM – DPRD Kota Palu menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pimpinan panitia khusus yang berisi proses pembahasan ranperda tentang RPJMD tahun 2025-2029, Sabtu (12/7/2025).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Palu, Rico AT Djanggola dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman SH.

Pada kesempatan itu, laporan pimpinan pansus dibacakan oleh Mutmainah Korona yang memberikan beberapa catatan dan  rekomendasi pansus terkait Ranperda RPJMD.

Diantara usulan perbaikan dalam rancangan akhir dokumen RPJMD Kota Palu, perlu memasukkan terkait catatan sejarah kebencanaan Kota Palu. Hal ini penting sebagai upaya mendorong Kota Palu sebagai daerah yang memiliki potensi wisata kebencanaan.

“Dalam RPJMD perlu menyusun data terkait catatan sejarah Kota Palu yang berpotensi sebagai daerah wisata kebencanaan, dengan mengangkat situs-situs kebencanaan sesar Palu – Koro pada kejadian bencana alam tahun 1928-2018,” jelas Mutmainah Korona.

Menurut Mutmainah Korona, dalam rangka penguatan Kota Palu sebagai geowisata, perlu menjadikan situs Palu-Koro sebagai misi utama Pemkot dalam mendorong Kota Palu sebagai Geopark City. 

“Dimunculkannya situs-situs kebencanaan Palu-Koro bisa menjadi destinasi wisata yang dituju,” jelasnya 

Politisi Partai Nasdem ini menyebut,  sejumlah situs kebencanaan perlu diabadikan sebagai museum terbuka, diantaranya peninggalan bencana 28 September 2018 di kampung lereng, Masjid Terapung, sisa-sisa jembatan 4 Palu, serta pemakaman massal di Poboya

“Kemudian beberapa bangunan di daerah likuefaksi Petobo dan Balaroa sebagai potensi museum terbuka,” katanya.

Peninggalan lain yang disebutkan, diantaranya Kampung China di Mamboro sebagai Historis Tsunami, Jembatan Peninggalan Belanda Histori Tsunami 1928, fosil molussca di Bukit Tondo serta sejumlah situs sejarah lainnya. 

Dalam rapat paripurna itu, seluruh fraksi di DPRD Kota Palu menyetujui Ranperda RPJMD Kota Palu 2025-2029. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *