Politik

Lewi Alik Serap Aspirasi Warga di Jalan Banteng IV Birobuli Selatan

×

Lewi Alik Serap Aspirasi Warga di Jalan Banteng IV Birobuli Selatan

Share this article
Peserta Sekolah Parlemen Muda foto bersama Anggota DPRD Kota Palu Lewi Alik usai melakukan reses di Birobuli Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: IST

PALU, EKBISTA.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Lewi Alik menyerap sejumlah aspirasi masyarakat saat melakukan reses di Jalan Banteng IV Lrg 1. No. 12 kelurahan Birobuli Selatan, Senin malam (21/4/2025). 

Aspirasi masyarakat tersebut, nantinya akan diperjuangkan di parlemen untuk dituangkan dalam bentuk program dan kebijakan oleh pemerintah daerah.

Reses yang dilaksanakan Lewi Alik ini kali ini,  menjadi ruang menyampaikan aspirasi  masyarakat, diantaranya perbaikan jalan dan drainase, masalah lingkungan seperti penumpukan sampah, hingga harapan adanya fasilitas olahraga yang layak bagi warga setempat. 

Warga menyambut kegiatan dengan hangat dan antusias karena merasa diberi ruang berbicara. Salah seorang warga menuturkan keluhannya terkait infrastruktur yang kurang memadai.

“Pak, tolong drainase kami ini diperbaiki supaya bagus. Kalau hujan deras, tergenang (airnya) bahkan sampai banjir,” ujar warga.

Menanggapi hal itu, Lewi menegaskan, akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar masalah drainase ini dapat ditangani dan tidak berlarut-larut. 

Selain permasalahan drainase, warga juga mengusulkan terkait pemanfaatan lahan kosong berukuran 41 x 20 M yang ada di lingkungan mereka untuk fasilitas olahraga. 

Warga berharap hadirnya fasilitas ini dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat khususnya anak muda, sekaligus mencegah anak muda terjerumus ke dalam aktivitas negatif. 

Sejalan dengan program pemerintah Kota Palu, Lewi Alik menyambut baik aspirasi tersebut dan siap berkolaborasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam mewujudkan harapan warga, seraja menjelaskan prosedur pengelolaan lahan kosong oleh pemerintah.

“Supaya pemerintah bisa membangun dan mengelola lahan kosong, persyaratannya tanah tersebut sudah menjadi milik pemerintah. Tujuannya menghindari konflik yang akan terjadi di masa mendatang. Nah, kabar baiknya untuk lahan yang dimaksud, statusnya sekarang milik Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Selain warga, peserta Sekolah Parlemen Muda (SPM), Nur Amalia turut memberikan pandangannya.

“Saya lihat telah terjalin adanya komunikasi dua arah yang cukup intens antara masyarakat dan anggota dewan. Kemudian, masyarakat terlihat sangat antusias dengan banyak pertanyaan. Walaupun tentunya masih banyak aspirasi yang belum sempat tersampaikan karena keterbatasan waktu. Menariknya, Pak Lewi tetap secara aktif membuka ruang berinteraksi dengan masyarakat setelah reses ditutup. Ini patut diapresiasi,” ujar Nur Amalia. ***

Penulis : Ni Wayan Gita Santi Paramita

(Peserta Sekolah Parlemen Muda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *