Umum

MORA Tebar Kurban di Kota Palu dan Pelosok Parigi Moutong 

×

MORA Tebar Kurban di Kota Palu dan Pelosok Parigi Moutong 

Share this article
Suasana pengemasan dan distribusi daging kurban yang dilaksanakan oleh Madani Obor Nusantara (MORA) di Kota Palu. Foto: IST

PALU, EKBISTA.COM  — Madani Obor Nusantara (MORA) menghadirkan program sosial dan dakwah pada Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Program bertajuk “Berkah Kurban Untuk Negeri” dilaksanakan di dua tempat berbeda yakni kurban Palu dan kurban Pelosok.

Direktur Eksekutif Madani Obor Nusantara, Muhammad Iqbal mengatakan, pilihan tebar kurban di dua lokasi agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan tepat sasaran.

Pelaksanaan kurban Palu berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 atau bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 H di Kantor MORA, Jalan Uwe Gada Lorong 2, Kelurahan Tondo, Kota Palu.

Sementara itu, kurban Pelosok dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 atau 12 Dzulhijjah 1447 H, di Dusun Toriapes, Desa Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Muhammad Iqbal mengatakan, program ini melibatkan puluhan relawan MORA Warriors yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan hewan kurban, pencacahan dan pengemasan daging, hingga distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.

Tidak hanya fokus pada penyembelihan dan pembagian daging kurban, MORA juga menghadirkan sejumlah program sosial tambahan sebagai bentuk perluasan manfaat qurban bagi masyarakat. Program tersebut, diantaranya Edugames dan Edumotivasi untuk anak-anak pelosok, tebar paket nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak balita, serta edukasi sosial dan dakwah kemanusiaan

Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa konsep “pilihan dampak” sengaja dihadirkan agar masyarakat dapat memilih bentuk kebermanfaatan kurban sesuai harapan mereka.

“Kami ingin kurban bukan hanya selesai pada proses penyembelihan. Kurban harus menjadi jalan hadirnya kebahagiaan, kepedulian sosial, penguatan ukhuwah, dan syiar Islam yang lebih luas,” ujar Iqbal saat diwawancarai di sela kegiatan Kurban Palu.

Ia menjelaskan, Kurban Palu difokuskan untuk membantu masyarakat dhuafa dan warga sekitar Kota Palu yang membutuhkan, sedangkan kurban Pelosok diarahkan ke wilayah minim kurban dan daerah terpencil yang jarang tersentuh program serupa.

“Di pelosok, masyarakat sangat jarang menikmati daging kurban. Karena itu kami ingin menghadirkan dampak yang lebih terasa, bukan hanya melalui distribusi daging, tetapi juga edukasi anak-anak dan bantuan nutrisi,” tambahnya.

Menurutnya, konsep tersebut juga menjadi bentuk dakwah sosial agar masyarakat memahami bahwa ibadah kurban memiliki nilai kepedulian dan kemanusiaan yang besar.

Dalam pelaksanaannya, MORA turut menggandeng relawan muda yang tergabung dalam MORA Warriors. Para relawan dibagi ke dalam beberapa tim teknis, seperti tim penyembelihan, tim distribusi, tim dokumentasi, hingga tim program sosial anak dan nutrisi.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini dinilai cukup tinggi. Selain berasal dari Kota Palu, sejumlah mudhohi atau pekurban juga berasal dari luar daerah yang mempercayakan pelaksanaan kurbannya melalui MORA.

Panitia berharap program Berkah Kurban Untuk Negeri dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah pelosok di tahun-tahun mendatang.

“Kami percaya, ketika kurban dikelola dengan amanah dan penuh kepedulian, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi bisa menjadi semangat kebaikan yang terus hidup di tengah masyarakat,” tutup Iqbal. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *