PALU, EKBISTA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu akan menambah dua unit armada pemadam kebakaran untuk memperkuat pelayanan penanganan kebakaran dan penyelamatan di wilayah Kota Palu.
Penambahan armada tersebut telah mendapat persetujuan dari DPRD Kota Palu. Langkah ini dilakukan menyikapi meningkatnya kejadian kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Damkarmat Kota Palu, Farhan Hafid, mengatakan penambahan armada menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kejadian kebakaran.
“Sekarang ini kasus kebakaran lebih banyak mengarah ke lahan atau karhutla. Atas dasar itu kami menginisiasi bersama DPRD untuk melakukan penambahan armada,” ujarnya.
Selain untuk memperkuat penanganan karhutla, penambahan dua unit armada juga sebagai upaya peremajaan kendaraan operasional Damkarmat yang sebagian besar sudah berusia lama.
“Armada kami ada yang sudah berumur 15 tahun bahkan ada yang 20 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan,” katanya.
Saat ini Damkarmat Kota Palu memiliki sembilan unit armada operasional. Dengan tambahan dua unit tersebut, jumlah armada akan menjadi 11 unit.
Menurut Farhan, satu armada tambahan nantinya juga akan ditempatkan pada pos baru yang direncanakan dibangun untuk memperkuat pelayanan di wilayah timur Kota Palu.
“Kami mempunyai pos di Taweli dan Palu Barat. Dengan adanya tambahan armada ini, rencananya akan dibangun satu pos lagi untuk wilayah timur,” jelasnya.
Wilayah yang menjadi pertimbangan pembangunan pos baru yakni kawasan Tondo atau Mamboro. Namun, Tondo menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan termasuk wilayah rawan kebakaran.
“Yang paling rawan saat ini berada di wilayah Palu Timur dan Mantikulore. Dengan adanya pos baru ini, waktu respons yang sebelumnya sekitar 10 menit diharapkan bisa turun menjadi sekitar tujuh menit,” ungkapnya.
Selain penguatan armada pemadam, Damkarmat Kota Palu juga akan meningkatkan layanan penyelamatan (rescue).
Kepala Seksi Penyelamatan Damkarmat Kota Palu, Beni Arifrianto, mengatakan kebutuhan peralatan rescue semakin meningkat seiring bertambahnya laporan masyarakat.
“Sekarang semua laporan terkait penyelamatan banyak masuk ke Damkar. Mulai dari evakuasi hewan, cincin yang tersangkut, hingga orang yang terjebak di dalam ruangan,” ujarnya.
Ia menyebut, saat ini layanan penyelamatan banyak menangani permintaan terkait animal rescue dan penanganan medis darurat. Karena itu, diperlukan tambahan alat pendukung agar proses evakuasi berjalan lebih aman dan maksimal.
“Ke depan kami membutuhkan tambahan alat dan peralatan rescue yang lebih memadai,” katanya.
Beni menambahkan, Damkarmat Kota Palu saat ini memiliki command center yang beroperasi selama 24 jam. Setiap laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas.
“Dalam sehari laporan rescue bisa mencapai lima sampai enam kejadian. Semua tetap kami tangani karena prinsipnya setiap laporan yang masuk harus mendapat respons,” jelasnya.
Untuk mencegah meningkatnya kasus kebakaran, Damkarmat Kota Palu juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat hingga tingkat RT dan RW, khususnya di wilayah yang dianggap rawan.
“Ini sesuai arahan Wali Kota Palu, kami tidak hanya menunggu kejadian, tetapi turun langsung sampai tingkat bawah untuk memberikan imbauan pencegahan,” pungkasnya. ***








