PALU, EKBISTA.COM – Anggota DPRD Sulteng, Alfiani Sallata meminta aparat dan pemerintah melakukan penertiban Aktivitas tambang Ilegal di Dongi-dongi, khususnya di area penemuan situs megalit.
Penemuan situs prasejarah (megalitikum) di kawasan Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, menjadi perhatian publik karena lokasinya berada di area tambang emas ilegal di dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Seperti diketahui, temuan situs bergambar wajah manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat.
Bentuknya berupa batu besar dengan pahatan yang menyerupai wajah manusia. Ciri ini dianggap mirip dengan batu megalitikum jenis kalamba yang banyak ditemukan di Lembah Napu, kawasan yang terkenal dengan peninggalan prasejarahnya.
Menurut Alfiani, penemuan benda bersejarah ini menimbulkan kekhawatiran, karena jika tidak segera dilakukan penertiban dan penyelamatan, keberadaan situs akan terancam oleh aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat/exafator.
“Aktivitas tambang ilegal, selain berpotensi menghancurkan warisan budaya megalitikum, juga merusak ekosistem hutan karena berada di wilayah Taman Nasional,”kata Alfiani Sallata melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Anggota Komisi III DPRD DPRD Sulteng ini meminta pemerintah dan aparat untuk segera menertibkan aktivitas tambang ilegal di Dongi-Dongi.
“Kita perlu melindungi situs megalitikum yang diduga peninggalan prasejarah, serta harus diadakan penelitian arkeologi lebih lanjut agar nilai sejarahnya tidak hilang,” jelasnya. ***
