PALU, EKBISTA.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona melaksanakan reses di Kelurahan Baiya, Tawaeli, Rabu Sore (16/7/2025).
Dalam reses ini, Mutmainah Korona menghadirkan setidaknya 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palu. Hal itu dilaksanakan, agar segala permasalahan di masyarakat bisa dijawab secara langsung oleh pihak eksekutif.
Pihak OPD diberikan kesempatan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan program unggulannya kepada masyarakat.
Saat pemaparan, hal menarik diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu, dr Royke Abraham.
Dalam penjelasannya, Royke mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona yang menitipkan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) di dinas yang dia pimpin.
Royke menyebut, ada anggaran pokir senilai Rp230 juta yang dititipkan untuk program Kampung KB di daerah Mangu, Kelurahan Pantoloan. Selain itu, ada program makan bergizi gratis (MBG) untuk 20 balita di lima kelurahan di Tawaeli selama 90 hari.
“Terima kasih kepada ibu Mutmainah Korona,” kata Royke Abraham.
Saat sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan oleh masyarakat, diantaranya datang dari Warga Baiya, Ayudin yang meminta agar ada semacam insentif untuk fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Menurutnya, peran fasilitator ini sangat penting untuk mencegah pernikahan usia anak di Kelurahan Baiya.
Dia juga meminta agar bantuan modal usaha yang diberikan kepada masyarakat perlu selektif, agar bantuan bisa tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua LPM Baiya, Arsalan meminta agar pemerintah membangun talud di kuala mangu. Karena warga yang tinggal di pinggir Kuala Mangu, kondisinya sangat membahayakan. Rumah warga sebagian sudah ada yang hampir jatuh karena abrasi.
“Kalau bisa pasang talud sekitar 150 meter. Warga disana harus keluar rumah kalau ada hujan deras,” katanya.
Arsalan juga meminta agar diadakan mobil ambulans untuk Kelurahan Baiya. Karena ini sangat penting dan mendesak, agar warga tidak kesulitan lagi.
“Mungkin, dari 46 kelurahan di Kota Palu ini, tinggal Baiya yang tidak ada ambulansnya,” kata Arsalan.
Menanggapi seluruh pertanyaan warga, Mutmainah Korona menyebut akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan diperjuangkan di DPRD Kota Palu.
“Saya sudah catat semua, nanti kita lihat mana yang prioritas akan ditambahkan ke APBD Perubahan. Aspirasi-aspirasi yang mendesak dan prioritas akan kita perjuangkan jika alokasi anggarannya cukup,” jelas Mutmainah Korona. ***








