PALU, EKBISTA.COM – Sebanyak tujuh lagu karya Hasan Bahasyuan bakal di-remake agar lebih modern dan kekinian.
Projeck yang bertajuk a(R)tribute ini digagas oleh Hasan Bahasyuan Institute (BHI) dan Grup Musik The Mangge.
Adapun tujuh lagu yang bakal di-remake atau dibuat ulang yaitu Palu Ngataku, Randa Ntovea, Kaili Kana Ku Tora, Putri Balantak, Posisani, Poiri Ngoviana, dan Salandoa.
Personel The Mangge, Ryan mengatakan projeck ini berawal dari keresahan terkait generasi muda yang tidak lagi mengenal lagu-lagu daerah asal Sulteng. Olehnya aransemen dibuat untuk menjangkau pasar anak muda agar lebih mencintai musik daerahnya.
“Setiap kami perform atau tampil membawakan lagu-lagu daerah, ternyata mendapat respon yang luar biasa bagi yang mendengarnya. Ini membuktikan bahwa lagu daerah kita tidak kalah dengan lagu dari daerah lain. Tujuan kita melakukan aransemen lagu ini agar musiknya lebih catching untuk didengar oleh generasi muda,” jelas Ryan.
Sementara itu, Direktur Hasan Bahasyuan Institute, Zulfikar Usman mengatakan dengan adanya proyek ini bisa membangkitkan spirit untuk lebih kreatif.
Menurutnya, projeck a(R)tribute merupakan sebuah gerakan untuk menjadikan warisan budaya sebagai bagian dari diplomasi kreatif Indonesia. a(R)tribute merupakan program untuk mengangkat karya Hasan Bahasyuan sebagai simbol kearifan lokal sulteng yang bersifat universal.
Eksekutif Produser a(R)tribute, Fathur Razaq Anwar mengatakan dirinya mendukung penuh project ini karena potensi kekayaan intelektual di Sulteng sungguh luar biasa. Seluruh potensi itu harus dipromosikan dengan maksimal agar dikenal secara luas.
“Apapun yang bisa kami lakukan, yang penting Sulawesi Tengah ini dikenal di luar. Kita juga ingin meningkatkan Kualitas karya seni di Sulteng ini,” jelas Fathur.
Seperti diketahui, Hasan Bahasyuan merupakan seorang maestro yang memiliki banyak karya berupa lagu dan tarian. Karya-karya Hasan Bahasyuan banyak digunakan oleh masyarakat, maupun di acara- acara resmi pemerintahan. ***
