PALU, EKBISTA.COM — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah mengandalkan soliditas struktur organisasi sebagai salah satu modal menghadapi Pemilu 2029.
Kepala Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sulteng, Rustam Abidin mengatakan, salah satu kekuatan PKS terletak pada kemampuan partai menjaga stabilitas internal, termasuk dalam proses pergantian kepemimpinan.
Menurut dia, dinamika pergantian kepemimpinan di tubuh PKS, baik di tingkat pusat, wilayah maupun daerah, relatif minim gejolak.
“Partai Keadilan Sejahtera mempunyai kesolidan yang kuat terkait strukturnya,” kata Rustam dalam acara Ngopi 17-an Bersama Jurnalis bertema Menakar Peluang Menuju Senayan 2029, di halaman Kantor DPW PKS Sulteng, Senin (17/8/2026).
Rustam menilai, kesinambungan organisasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kerja-kerja politik partai. Pergantian kepemimpinan, kata dia, tidak serta-merta mengganggu jalannya organisasi maupun agenda pemenangan pemilu.
Ia kemudian memberikan contoh dari pengalaman pribadinya di internal DPW PKS Sulteng.
Rustam pernah dipercaya sebagai Sekretaris Umum DPW PKS Sulteng selama satu periode. Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah dan kini mendapat amanah sebagai Kabid Pemenangan Pemilu di tingkat wilayah.
Menurut Rustam, perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa proses regenerasi dan peralihan kepemimpinan di PKS berjalan secara relatif mulus.
“Dinamika peralihan kepemimpinan di Partai Keadilan Sejahtera, apakah di tingkat pusat, wilayah dan daerah, sangat minim,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi modal bagi PKS untuk menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu 2029.
Terlebih, PKS Sulteng memiliki target untuk kembali merebut kursi DPR RI. Untuk mewujudkan target tersebut, partai tidak hanya mengandalkan soliditas organisasi, tetapi juga melakukan pemetaan kekuatan politik hingga tingkat desa dan TPS. ***







