PALU, EKBISTA.COM — Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXVIII yang diselenggarakan oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako resmi ditutup pada Jumat (12/9/2025).
Kegiatan akademik berskala nasional ini diikuti oleh 347 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Selain keberhasilan dalam penyelenggaraan materi akademik, SNA XXVIII Tadulako juga mendapat apresiasi tinggi dari peserta berkat pelayanan prima dari panitia, khususnya tim Liaison Officer (LO) yang dikomandoi oleh Arif Gunarsa. Tim ini menjadi ujung tombak dalam memberikan pendampingan peserta sejak kedatangan hingga kepulangan.
“Pelayanan LO sangat luar biasa. Mereka tidak hanya membantu teknis, tetapi juga memberikan kenyamanan secara emosional melalui keramahan dan sikap profesional,” ujar salah satu peserta, Rahmi Aminatus dari Universitas Palembang.
Tim LO bekerja secara intensif untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan informasi yang akurat, dukungan logistik yang lancar, serta pendampingan personal. Keberagaman peserta dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi tantangan tersendiri yang berhasil dijawab oleh tim ini dengan baik.
“Kami memprioritaskan kecepatan, ketepatan, dan pendekatan yang humanis dalam melayani peserta,” ujar Arif Gunarsa saat diwawancarai di sela-sela penutupan acara.
Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk layanan transportasi dan akomodasi yang dirancang untuk menjamin kenyamanan peserta.
Sebanyak 17 unit kendaraan roda empat disiagakan untuk melayani mobilitas peserta dari bandara ke hotel, serta ke lokasi acara dan sebaliknya. Armada ini beroperasi penuh selama masa simposium berlangsung.
Untuk akomodasi, panitia menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Kota Palu seperti Hotel Sutan Raja, Hotel Best Western, Hotel Santika, Hotel Grand Sya, Hotel Helsinki, dan Hotel Swiss Bell. Kolaborasi ini memungkinkan peserta memperoleh harga khusus yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kenyamanan menginap.
Tidak hanya pelayanan teknis, kehangatan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh panitia juga mendapat tempat tersendiri di hati para peserta.
Ach Baihaki dari Universitas Islam Madura menyebut pengalaman selama di Palu sebagai pelajaran berharga tentang arti persaudaraan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia SNA XXVIII atas segala bentuk pengorbanan. Sambutan kalian sungguh luar biasa dan sangat membekas. Kami merasa benar-benar diterima sebagai keluarga,” ujarnya haru.
Dengan berakhirnya SNA XXVIII, Universitas Tadulako dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang tak hanya sukses secara akademik, tetapi juga dalam memberikan pengalaman yang membekas secara sosial dan emosional.
Pelayanan prima, fasilitas yang terorganisir, serta pendekatan yang inklusif menjadikan event ini standar baru dalam penyelenggaraan simposium nasional.
“Dari pelayanan LO hingga kerjasama strategis dengan mitra hotel, semua menunjukkan bahwa Universitas Tadulako sangat serius dan profesional dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional,” ungkap salah satu panitia senior.
SNA XXVIII pun diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi antar perguruan tinggi di Indonesia. ***








