Politik

Pilkada Selesai, PKS Sulteng Fokus Jadi Pelayan Masyarakat

×

Pilkada Selesai, PKS Sulteng Fokus Jadi Pelayan Masyarakat

Share this article
Foto: Muh. Wahyuddin

PALU, EKBISTA.COM – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulteng, Muh. Wahyuddin menegaskan partainya akan fokus menjadi pelayan masyarakat, usai perhelatan pilkada yang kini menyisakan satu kabupaten lagi yakni Parigi Moutong. Hal ini sesuai tagline PKS yakni berkhidmat untuk rakyat.

Selain itu, PKS Sulteng juga akan membenahi proses kaderisasi yang memang jadi tulang punggung organisasi dalam memberikan Pelayanan kepada masyarakat.

“Secara internal PKS Sulteng akan membenahi kaderisasi, karena ini menjadi tulang punggung organisasi ini sejak awal,” kata Wahyuddin dalam sambutannya dalam acara halal bi halal yang dilaksanakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tengah di Kota Palu, Kamis (10/4/2025).

Secara spesifik, Wahyuddin berharap anggota PKS kian bertambah. Sehingga pos – pos struktur PKS akan diisi oleh anggota yang terbina secara baik dan berkelanjutan.

Wahyuddin juga mengimbau agar para anggota bisa memanfaatkan momen halal bi halal untuk saling lapang dada dan memaafkan satu sama lain. 

“Sehingga InsyaAllah soliditas kita semakin kuat dan terjaga dan berlimpah keberkahan,” tuturnya.

Acara halal bi halal PKS Sulteng turut dihadiri 

Ketua Majelis Syuro (KMS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Salim Segaf Aljufri.

Dalam sambutannya, Habib Salim menekankan soal perencanaan untuk meraih kemenangan. Menurutnya, kemenangan yang dicita-citakan harus disusun dan direncanakan, meskipun keberhasilan itu mutlak di tangan Allah. 

“Siapkan dua hal, pertama gagasan yang brilian dan bangun jaringan. Ini pentingnya diskusi, tukar pikiran. Mau bicarakan bisnis, pendidikan, politik semua perlu ini,” kata Habib Salim dalam arahannya.

Habib Salim juga menyampaikan perencanaan itu meliputi tiga hal. Diantaranya keinginan, manajemen dan kemauan. Sehingga kalau ingin PKS masuk tiga besar maka atur strateginya dan harus bergerak. 

“Sama kayak punya toko, kalau tidak mau senyum jangan buka toko. Begitu juga kemenangan, kalau tidak ada kemauan maka sulit mewujudkan Indonesia emas,” ujar Habib Salim. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *