SIGI, EKBISTA.COM – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Festival Tapa Gogoso, di Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo, Sabtu malam (4/4/2026).
Festival ini sebagai upaya mendorong pengembangan potensi budaya lokal sekaligus memperkuat kuliner tradisional sebagai identitas daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari daerah pemilihan Sigi-Donggala Musliman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi Lutfi Yunus, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.
Festival berlangsung meriah dengan hiburan dari Acil The Box dan penampilan Ote Abadi, vokalis band legendaris The Mercy’s, yang turut menghidupkan suasana.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi baru di Kabupaten Sigi.
Menurut Rizal, Tapa Gogoso bukan sekadar makanan tradisional, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan kultural yang kuat, terutama karena menjadi sajian khas masyarakat Sigi pada momentum Idulfitri.
“Kalau berbicara pariwisata, bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga budaya yang menjadi identitas. Tapa Gogoso ini adalah bagian dari budaya yang bisa kita kembangkan menjadi kuliner khas daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sigi berencana meningkatkan skala pelaksanaan Festival Tapa Gogoso menjadi agenda tingkat kecamatan dengan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo.
“Ke depan, festival ini tidak hanya digelar di Kota Rindau, tetapi dapat menjadi iven bersama seluruh desa di Kecamatan Dolo. Ini akan kita dorong masuk dalam kalender event daerah,” jelasnya.
Rizal menilai pengembangan festival berbasis kuliner lokal seperti Tapa Gogoso juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong sektor pertanian dan pariwisata secara bersamaan.
Pasalnya, bahan baku utama Tapa Gogoso berasal dari hasil pertanian masyarakat setempat, terutama beras ketan yang menjadi komoditas unggulan di wilayah tersebut. ***








