PALU, EKBISTA.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona angkat bicara terkait persoalan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah sekolah di kawasan Kayumalue Ngapa.
Ia meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG dihentikan sementara dan dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Desakan itu, karena adanya laporan langsung dari Kepala SDN 6 Kayumalue Ngapa kepada wakil rakyat tersebut. Diduga ada masalah serius dalam penyediaan dan distribusi makanan bergizi di sekolah SDN 6 Kayumalue Ngapa.
“Sebaiknya SPPG dihentikan sementara dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kasus distribusi MBG di beberapa sekolah di Kayumalue Ngapa,” tegas Mutmainah.
Tak hanya menyoroti SPPG, Politisi Nasdem ini juga mempertanyakan kinerja tim ahli gizi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas dan standar makanan yang disajikan kepada siswa.
Menurutnya, keberadaan tim ahli gizi dan tim monitoring-evaluasi (monev) yang telah dianggarkan secara khusus seharusnya mampu mencegah persoalan seperti ini.
“Kalau MBG yang disajikan tidak sesuai standar gizi dan SOP bisa lolos begitu saja, lalu apa fungsi tim ahli gizi dan tim monev SPPG? Ini yang perlu dijawab,” ujarnya.
Mutmainah juga menyoroti besarnya anggaran yang dikucurkan untuk program MBG, yang bahkan berdampak pada pemangkasan anggaran di sektor lain, termasuk pembangunan infrastruktur daerah. Ia menilai kondisi ini sangat ironis jika program sebesar itu justru tidak berjalan sesuai tujuan.
Mutmainah mengkhawatirkan program MBG yang digagas pemerintah pusat ini berpotensi bergeser dari tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak, menjadi ladang bisnis bagi kelompok tertentu.
“Saya khawatir program MBG ini bukan lagi soal perbaikan gizi anak-anak kita, tapi sudah menjadi praktik bisnis berbasis program pemerintah. Anggaran MBG bukan hanya untuk makanan senilai Rp15.000, tapi ada alokasi untuk tim ahli gizi dan tim monev. Kalau kinerjanya seperti ini, untuk apa?” tegasnya.
Berdasarkan sejumlah video yang beredar, menu MBG yang disediakan oleh SPPG berupa buah, kacang, roti yang dinilai sangat jauh dari dana yang disediakan. Selain itu, dijagat media sosial juga viral postingan menu MBG dihari pertama puasa yang banyak dikeluhkan oleh warga net.
Banyak yang menilai menu yang disediakan tidak sesuai dengan anggaran harian yang disediakan negara.
Mutmainah berharap evaluasi yang menyeluruh segera dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, sekaligus memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan program strategis pemerintah untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. ***
