Politik

Kembangkan Industri Pariwisata, Anwar Hafid Dorong Bandara SIS Aljufri Menjadi Bandara Internasional 

Foto: Anwar Hafid - Reny A Lamadjido

JAKARTA, EKBISTA.COM – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., memaparkan kebijakan mereka terkait pengembangan sektor pariwisata.

Kebijakan itu disampaikan dalam debat publik perdana yang disiarkan oleh Metro TV dengan tema “Memajukan Daerah & Menyelesaikan Persoalan Daerah,” panelis menyoroti sub-tema pariwisata sebagai salah satu isu penting bagi Sulawesi Tengah.

 

Presenter acara debat menyampaikan pertanyaan panelis tentang pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas untuk mendukung sektor pariwisata Sulawesi Tengah, yang memiliki potensi wisata unggulan seperti Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Lore Lindu, KPPN Danau Poso, serta Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Togean Tomini.

 

Menjawab pertanyaan tersebut, Anwar Hafid memulai dengan menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur penunjang adalah kunci utama untuk memajukan pariwisata di Sulawesi Tengah. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas Bandara Mutiara SIS Aljufri agar dapat melayani penerbangan internasional.

 

“Sudah tiba saatnya agar Bandara SIS Aljufri dapat menjadi Bandara Internasional yang melayani pesawat berbadan besar, sehingga turis mancanegara bisa langsung ke Palu tanpa transit di provinsi lain,” ujar Anwar Hafid.

 

Selain itu, ia menyoroti pentingnya memperbaiki akses dari Palu ke berbagai destinasi wisata utama seperti Danau Poso, Kepulauan Togean, dan Lore Lindu. Dengan infrastruktur yang baik, wisatawan akan lebih mudah menjangkau lokasi-lokasi wisata unggulan tersebut.

 

Lebih lanjut, pasangan Anwar-Reny juga menekankan pentingnya promosi pariwisata melalui berbagai kegiatan tahunan serta melibatkan generasi milenial sebagai influencer. Menurut mereka, peran generasi muda dalam mempromosikan potensi wisata Sulawesi Tengah melalui platform digital sangat penting.

“Kita harus membuat iven-iven tahunan untuk mempromosikan wisata kita, dan generasi millennial sebagai influencer dapat membantu melakukan promosi besar-besaran,” tambahnya.

Mereka juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta menciptakan organisasi yang efektif dan efisien untuk mengelola sektor ini. Promosi besar-besaran, menurut mereka, adalah kunci agar potensi pariwisata Sulawesi Tengah dapat dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Industri pariwisata adalah industri nomor satu yang bisa memajukan sebuah daerah dan Negara,” tutup Anwar Hafid sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan Sulawesi Tengah.

Debat publik ini memberikan gambaran jelas mengenai visi dan misi pasangan Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido dalam memajukan sektor pariwisata Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi momen penting bagi pemilih untuk menilai program-program unggulan yang mereka tawarkan. ***

Exit mobile version