PALU, EKBISTA.COM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Idrus mengajak Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu untuk memberikan Informasi yang Benar, Seimbang, dan Bertanggungjawab dalam melakukan kampanye. Idrus juga meminta agar peserta menghormati SARA dalam masyarakat.
“Dalam menyampaikan gagasan dan strategi terkait dengan visi, misi dan program kerja, pasangan calon memperhatikan peraturan KPU nomor 13 tahun 2024 tentang kampanye. Pada pasal 16 bahwa materi kampanye, juga harus memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggungjawab. Kemudian, dalam kampanye harus selalu menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dalam masyarakat,”kata Idrus dalam sambutannya pada Debat Publik Kedua Pasangan Calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Palu, di Hotel BW Plus Coco, Kamis Malam (7/11/2024).
Pada debat publik kedua mengambil tema “Meningkatkan Pelayanan Masyarakat Dan Menyelesaikan Persoalan Kota Palu” yang disiarkan langsung di Inews TV dan kanal Youtobe KPU Kota Palu.
“Debat publik malam ini pasangan calon memperkenalkan dan menyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program kerja, serta menyampaikan gagasan serta strategi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menyelesaikan persoalan Kota Palu,” jelas Idrus.
Menurut Idrus, debat publik sangat penting disaksikan oleh masyarakat, sehingga menjadi tantangan bagi pasangan calon untuk merebut kepercayaan dan partisipasi publik.
Idrus mengatakan, metode kampanye kedepan adalah kampanye rapat umum, pemasangan bilbord, baliho, spanduk dan umbul-umbul. Pemasangan ini telah dilakukan oleh PPK, PPS serta diawasi oleh pengawas secara ketat. Kemudian metode kampanye dengan penyebaran poster, selebaran, pamflet, brosur oleh tim paslon masing-masing, serta metode kampanye pemasangan iklan media cetak, televisi serta radio akan dimulai 10 – 23 November 2024.
“Bapak/ibu hadirin sekalian, 19 hari lagi pelaksanaan pemungutan suara, KPU Palu tak henti-hentinya laksanakan pendidikan pemilih dengan menyasar masyarakat umum, tokoh agama, perempuan , disabilitas, komunitas, pemilih pemula dan muda, termasuk kami bersosialisasi kepada warga binaan lapas dan rumah tahanan,” jelas Idrus. ***
